Senin, 03 Juni 2013

Membentuk Karakter Melalui Cerita Motivasi

PENDIDIKAN berkarakter pada Kurikulum 2013 begitu ra­mai diperbincangkan. Bahkan pemerintah telah siap dengan kurikulum terbaru berbasis ka­rak­ter Kemahiran Berpikir secara Kreatif dan Kritis (KBKK). Kuri­ku­lum yang didesain dengan tujuan agar siswa mendapat latihan berpikir secara kritis dan kreatif dalam membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan bijak, dapat mengaplikasikan pe­nge­tahuan, pengalaman dan ke­mahiran berpikir secara lebih praktik, baik di dalam atau di luar se­kolah, dan dapat menghasil­kan ide atau ciptaan yang kreatif dan inovatif.
Pendidikan karakter diperlu­kan mengingat telah terjadi de­gra­dasi moral pada bangsa ini, khususnya generasi penerus bang­sa.
Pertanyaannya, apakah per­ubahan kurikulum ini bisa menja­min terbentuknya karakter anak?

Kurikulum 2013

Menjelang penerapan Kurikulum 2013 yang ditargetkan akan dimulai pada bulan Juli nanti, ada banyak hal yang harus pemerintah siapkan. Dari sosilaisasi mengenai pemahaman dan pelaksanaan teknis pengajaran, sampai pada ranah strategi pelatihan mengenai Kurikulum 2013 ini.

Pendidikan menuju masa depan adalah pendidikan yang membebaskan, membuka pintu bagi setiap peserta didik supaya bisa mewujudkan cita-cita sesuai minat dan bakat masing-masing, sehingga mereka akan menjadi pribadi mandiri yang siap saling berkompetisi dan berkolaborasi. Dari hal tersebutlah, diharapkan akan lahir para generasi bangsa yang siap tampil untuk memajukan negara.
Dalam mencapainya, pemerintah, yang dalam hal ini diwakili oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendik­bud) berencana akan mengganti kurikulum KTSP yang kini ma­sih bergulir menjadi Kurikulum 2013 yang rencananya pada ta­hun ajaran baru nanti akan diterapkan.

Selasa, 16 April 2013

3 Prinsip Guru Inspiratif

GURU merupakan profesi mulia. Bahkan guru dikenal sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Profesi guru adalah sebuah amanah besar, yang harus dijalani dengan melibatkan segenap kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual. Apabila seorang guru hanya mengandalkan kemampuan intelektual saja, maka ia hanya akan menjadi guru yang teoritis. Apabila hanya melibatkan sisi emosional saja, maka akan melahirkan guru yang temperamental. Ada beberapa kasus guru memukul siswa karena tidak bisa menjawab pertanyaannya.